Sore tadi saya menuju Denpasar dari Ubud. Setelah melalui daerah persawahan yang tenang, saya memasuki satu ruas jalan menuju jalan utama, di depan saya ada pengendara Vaio Pink bernomor DK 56xx XM. Dengan sebatang rokok di tangan (saya dulu perokok, tetap tidak tahu dimana nikmatnya merokok sambil mengendarai sepeda motor, dengan angin yang deras begitu dari arah depan !), pengendara Vario itu sebentar-sebentar memperlambat kendaraannya melihat ke kiri dan ke kanan (padahal saya yakin sekali tidak ada pohon cemara di kiri dan kanan...), setelah beberapa kali seperti itu, akhirnya saya klakson dan menyalipnya.
Saya pikir urusan sudah selesai.
Ternyata sekitar 30 menit kemudian motor itu menyalip dari kanan dan langsung ke kiri memotong arah jalan saya dan menolehkan kepalanya seolah berkata "biarpun pakai Vario, saya bisa menyalip Pulsar 200 kamu !"
Saya kaget sejenak, tapi kemudian saya ingat dengan plat motornya, rupanya orang tersebut tidak terima diklakson dan disalip !
Setelah beberapa lama ada kesempatan, motor itu saya salip kembali, dan kemudian memperlambat kendaraan, sudah lupa dengan kejadian tadi.
Tapi saya salah lagi.
Ternyata orang itu tidak lupa! Dengan segala upaya, motor matic-nya mengejar saya, dan memepet dari sebelah kiri sambil berteriak "Hoi ! Cara kamu naik motor membahayakan orang !" Sungguh aneh, yang susah payah ngebut dengan matic itu adalah dia, dan dia menegur saya!
Berusaha sopan, saya menjawab "Kenapa bapak menegur saya ? Bukannya bapak berkendaraan sambil merokok dan memotong arah kendaraan saya tadi ?" Dengan cara kasar dia lebih memepetkan kendaraannya, stang motor kami sudah bersentuhan, dan dia berkata lagi "Mentang-mentang motor kamu bagus, sombong sekali !" Apa hubungannya ya ? Saya jawab, "Pak, kalau bapak mau ngebut silakan saja, jalanan lebar !" sambil memperlambat motor. Dan orang itu ternyata memang ngebut ! Tapi secepat-cepatnya matic, kan sudah ketahuan...
Kesimpulan: di jalan sekarang makin banyak orang aneh yang berkeyakinan bahwa jalan raya adalah miliknya, kalau diklakson mereka boleh marah dan mempertanyakan maksud klakson kita.